GANDENG IMAH NOONG, SYARIAH UNISSULA JAJAKI KERJASAMA
DALAM BIDANG PENGEMBANGAN ILMU FALAK
Kajian tentang Syariah atau hukum Islam tidak dapat dilepaskan dari salah satu cabangnya yakni ilmu falak atau bidang astronomi Islam. Sebagian besar dari pelaksanaan syariat Islam sangat erat kaitannya dengan ketentuan waktu yang hanya dapat dipelajari melalui ilmu falak. Demi menunjang keilmuan bidang syariah khususnya praktek falak, Jurusan Syariah Fakultas Agama Islam Unissula mengadakan kunjungan kerjasama ke Imah Noong Lembang Bandung pada tanggal 10 April 2018. Kunjungan ini dilakukan oleh beberapa dosen Syariah Unissula antara lain M. Noviani Ardi, M. Choirun Nizar dan Agus Irfan. Kerjasama yang disepakati antara lain dalam bidang pengadaan peralatan laboratorium falak dan pendidikan kursus falak bagi mahasiswa Syariah di Imah Noong. Imah Noong merupakan observatorium Astronomi yang terletak di Eduwisata Areng Desa Wangunsari Lembang Bandung. “Imah dalam bahasa sunda berarti rumah, sedangkan noong berarti mengintip. Artinya, Imah Noong diharapkan sebagai rumah untuk mengintip benda-benda langit sekaligus untuk mempelajarinya.” Jelas Hendro Setyanto, Pemilik Imah Noong.
Bagi Jurusan Syariah Unissula, pembelajaran falak yang secara teori dipelajari oleh mahasiswa seharusnya ditingkatkan dengan pembelajaran dalam ranah praktek agar ilmu yang didapatkan dapat dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Dalam setiap bulan saja, setidaknya masyarakat muslim membutuhkan kepastian datangnya awal bulan hijriyah yang harus dipastikan melalui rukyatul hilal. Rukyatul Hilal merupakan kegiatan observatif berupa pengamatan terhadap kemunculan hilal di awal bulan dengan basis penghitungan astronomis (hisab). Tidak hanya itu, praktik ilmu falak juga bermanfaat, salah satunya untuk membantu masyarakat muslim mengetahui arah kiblat masjid atau musholla.
Dipilihnya Imah Noong sebagai lembaga kerjasama pendidikan berbasis falak oleh Jurusan Syariah, selain dikarenakan profesionalitas dan letak geografis yang mendukung observasi benda-benda langit, juga karena Imah Noong merupakan penggagas pertama Musholatorium yang memadukan konsep musholla sebagai tempat ibadah, sekaligus observatorium sebagai sarana pendidikan masyarakat tentang benda-benda langit. Tidak hanya itu, Hendro Setyanto, pemilik Imah Noong juga selama ini dikenal sebagai pakar yang banyak membantu pendirian observatorium di beberapa daerah di Indonesia. Yang terbaru, Hendro membantu realisasi pembangunan Observatorium di IAIN Manado.

 

© Copyright 2021 - Fakultas Agama Islam UNISSULA - All Rights Reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram